Halo mas bro dan mbak sis,ngomongin tentang tugas, tugas itu kebanyakan kadang" bikin orang stres ngerjainnya. Tapi dengan semua tugas itu kita bisa memperoleh nilai yg diharapkan jika tugas tersebut dikerjakan dengan baik.
bro and sis, gk usah ngomong panjang lebar CAPSUSSS....
Makalah Budidaya Tanaman Kangkung Darat

Makalah Budidaya Tanaman Kangkung Darat-setelah kemarin
budidayapetani.com share Cara Budidaya
Tanaman Kangkung Cabut atau Darat sekarang admin akan berbagi
makalah lengkap cara budidaya tanaman kangkung cabut atau kangkung darat.
langsung saja baca di bawah
BAB I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kangkung (Ipomoea sp.) dapat ditanam di dataran rendah dan
dataran tinggi.. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk
kedalam famili Convolvulaceae. Daun kangkung panjang, berwarna hijau
keputih-putihan merupakan sumber vitamin pro vitamin A. Berdasarkan tempat tumbuh, kangkung dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1) Kangkung
darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan, dan 2) Kangkung air, hidup
ditempat yang berair dan basah.
Kangkung tergolong sayur yang sangat populer, karena banyak
peminatnya. Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water convovulus, Water spinach.
Berasal dari India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, China
Selatan Australia dan bagian negara Afrika. Kangkung banyak ditanam di Pulau
Jawa khususnya di Jawa Barat, juga di Irian Jaya di Kecamatan Muting Kabupaten
Merauke kangkung merupakan lumbung hidup sehari-hari. Di Kecamatan Darussalam
Kabupaten Aceh Besar tanaman kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk
konsumsi keluarga maupun untuk dijual kepsar.
Petanian Organik adalah sebuah bentuk solusi baru guna
menghadapi kebuntuan yang dihadapi petani sehubungan dengan maraknya intervensi
barang-barang sintetis atas dunia pertanian sekarang ini. Dapat dilihat, mulai
dari pupuk, insektisida, perangsang tumbuh, semuanya telah dibuat dari
bahan-bahan yang disintesis dari senyawa-senyawa murni (biasanya un organik) di
laboratorium. Pertanian organik dapat memberi perlindungan terhadap lingkungan
dan konservasi sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, memperbaiki kualitas
hasil pertanian, menjaga pasokan produk pertanian sehingga harganya relatif
stabil, serta memiliki orientasi dan memenuhi kebutuhan hidup ke arah
permintaan pasar.
Tanaman sayuran dalam ilmu pertanian disebut sebagai anggota
komoditas hortikultura, karena merupakan tanaman yang biasanya diusahakan di
kebun. Dalam dunia pangan, tanaman sayuran mengandung vitamin, mineral, sumber
protein dan kalori. Kalsium dan besi adalah diantara mineral yang terkandung di
dalam sayuran, yang penting bagi penderita kekurangan kalsium dan anemia. Yang
tidak kalah pentingnya lagi adalah kandungan serat di dalam sayuran berguna
untuk memperbaiki pencernaan. (syarief husen, dkk : 1993).
Tanaman sayuran umumnya merupakan tanaman semusim. “Business”
sayuran dengan faktor- faktor pendukungnya yang “rapuh” memerlukan pengelolaan
yang baik dan penguasaan pengetahuan (ketrampilan ) yang tinggi. Misalnya
filipina sudah mampu memproses beberapa macam hasil sayuran untuk ekspor.
Taiwan selain mampu mengekspor sayuran segar dan olahan ke Amerika Serikat,
Eropa dan negara- negara Asia Tenggara dan Selatan, negara ini juga telah mampu
mengekspor biji/benih sayuran ke negara- negara lain dengan kualitas yang
mendapat pengakuan internasional. (Syarief husen, dkk : 1993).
Kangkung (Ipomoea Spp.) merupakan salah satu sayuran yang
tumbuh baik di daerah tropis. Kangkung tergolong sayur yang sangat populer,
karena banyak peminatnya. Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water
convovulus, Water spinach. Berasal dari India yang kemudian menyebar ke
Malaysia, Burma, Indonesia, China Selatan Australia dan bagian negara Afrika.
Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa khususnya di Jawa Barat, juga di Irian
Jaya di Kecamatan Muting Kabupaten Merauke kangkung merupakan lumbung hidup
sehari-hari.
Beragam olahan kangkung menjadi berkah bagi petani kangkung.
Baik yang bergerak di sektor pembibitan maupun pembesaran. Permintaan bibit ini
mencapai 4.000 ton per tahun. Tak heran, petani kangkung pun bisa meraup omzet
puluhan hingga ratusan juta. Banyak kudapan yang menggunakan kangkung sebagai
bahan baku utama. Sebut saja pecel, sayur asam, atau plecing kangkung. Itulah
sebabnya, kangkung bisa dibilang sebagai sayuran yang populer di masyarakat
kita. Dari kacamata bisnis, khususnya kangkung darat, menawarkan siklus
budidaya sangat cepat, hanya 22 hari. Peluang bisnis ini semakin terbuka
lantaran permintaan pasokan kangkung terus meningkat akibat membaiknya
kesadaran masyarakat tentang pentingnya melahap sayuran. Dengan meningkatnya
kebutuhhan kangkung cabut segar dipasar maka kebutuhan akan benih kangkung juga
meningkat.
BAB II.
TINJAUAN PUSTAKA
Botani tanaman kangkung
Kangkung termasuk suku Convolvulaceae (keluarga
kangkung-kangkungan). Kedudukan tanaman kangkung dalam sistematika
tumbuh-tumbuhan diklasifikasikan ke dalam:
Divisio :
Spermatophyta
Sub-divisio :
Angiospermae
Kelas :
Dicotyledonae
Famili :
Convolvulaceae
Genus :
Ipomoea
Species :
Ipomoea reptans .
A. Syarat Tumbuh
Baik di dataran rendah maupun tinggi, tanaman sayuran dapat
ditanam di tanah- tanah ataupun di sawah. Menurut strukturnya, tanah yang baik
untuk ditanami sayuran ialah tanah yang mempunyai struktur remah, tanah itu
mengandung pasir 50 – 60 %, lumpur 25- 35 % dan liat 15 – 25 %. Tanah seperti
itu saat musim kemarau, tidak banyak kehilangan air, begitu juga saat musim
penghujan, air mudah meresap dalam tanah. (sugeng : 1981).
Tanah tegalan yang akan digunakan, harus dibersihkan dari
adanya pohon- pohon besar, sebab tanaman sayuran memerlukan tempat tumbuh
terbuka, sehingga tidak terhalang dari sinar matahari yang diperlukan. Pada
lahan persawahan, maka diharuskan membersihkan sisa- sisa jerami dan rerumputan
yang ada. Perlu perhatian pula tanaman apa yang ditanam sebelumnya, untuk menanam
sayuran disawah, pergiliran tanaman setidak- tidaknya diatur 1 musim dengan
tanaman sayuran dan 2 musim dengan tanaman padi dan seterusnya. Menanam sayuran
jangan sekali- kali di tanah yang bekas ditanami tembakau, rami, dan kapas,
sebab di tempat tersebut terdapat penyakit- penyakit tanaman yang sama sengan
penyakit tanaman sayuran. Tanaman sayuran akan tumbuh baik di musim kemarau,
padahal tanaman itu sendiri banyak membutuhkan air. Oleh sebab itu perlu adanya
sistem drainase untuk penyinaran saat musim kemarau. (sugeng : 1981).
Tanaman hanya dapat tumbuh dengan baik apabila perakarannya
baik. Perkembangan akar yang baik tergantung keadaan tanah itu sendiri misalnya
profil tanah, dalam atau dangkal dan tingkat kesuburannya. Dengan kata lain,
apakah akar tanaman itu dapat menembus dan berkembang pada lapisan tanah dengan
mudah atau tidak. Tanah memberikan unsur- unsur makanan kepada tanaman. Akar
tanaman mengambil zat- zat makanan di dalam tanah yang dipergunakan untuk
pertumbuhan tanaman. Tanaman sayuran dapat ditanam di bedengan atau didalam
pot. Apabila tanaman sayuran akan ditanam di bedengan, maka persiapan lahan
berupa pengolahan lahan. Sedangkan tanaman sayuran yang di dalam pot memerlukan
pengisian pot dengan media yang baik ( tanah berkompos, tanah berpupuk
kandang). Beberapa syarat tumbuh tanaman sayuran khususnya kangkung.
a) Iklim
a. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun.
Kangkung darat dapat tumbuh pada daerah yang beriklim panas dan beriklim dingin
b. Jumlah curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini
berkisar antara 500-5000 mm/tahun. Pada musim hujan tanaman kangkung
pertumbuhannya sangat cepat dan subur, asalkan di sekelilingnya tidak tumbuh
rumput liar. Dengan demikian, kangkung pada umumnya kuat menghadapi rumput
liar, sehingga kangkung dapat tumbuh di padang rumput, kebun/ladang yang agak
rimbun.
c. Tanaman kangkung membutuhkan lahan yang terbuka atau
mendapat sinar matahari yang cukup. Di tempat yang terlindung (ternaungi)
tanaman kangkung akan tumbuh memanjang (tinggi) tetapi kurus-kurus. Kangkung
sangat kuat menghadapi panas terik dan kemarau yang panjang. Apabila ditanam di
tempat yang agak terlindung, maka kualitas daun bagus dan lemas sehingga
disukai konsumen.
d. Suhu udara dipengaruhi oleh ketinggian tempat, setiap naik
100 m tinggi tempat, maka temperatur udara turun 1 derajat C. Apabila kangkung
ditanam di tempat yang terlalu panas, maka batang dan daunnya menjadi agak
keras, sehingga tidak disukai konsumen.
b) Media Tanam
a. Kangkung darat menghendaki tanah yang subur, gembur banyak
mengandung bahan organik dan tidak dipengaruhi keasaman tanah.
b. Tanaman kangkung darat tidak menghendaki tanah yang
tergenang, karena akar akan mudah membusuk. Sedangkan kangkung air membutuhkan
tanah yang selalu tergenang air.
c. Tanaman kangkung membutuhkan tanah datar bagi
pertumbuhannya, sebab tanah yang memiliki kelerengan tinggi tidak dapat
mempertahankan kandungan air secara baik.
c) Curah hujan
Jumlah curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini
berkisar antara 500-5000 mm/tahun. Pada musim hujan tanaman kangkung
pertumbuhannya sangat cepat dan subur, asalkan di sekelilingnya tidak tumbuh
rumput liar. Dengan demikian, kangkung pada umumnya kuat menghadapi rumput
liar, sehingga kangkung dapat tumbuh di padang rumput, kebun/ladang yang agak
rimbun.
d) Intensitas cahaya matahari
Tanaman kangkung membutuhkan lahan yang terbuka atau mendapat
sinar matahari yang cukup. Di tempat yang terlindung (ternaungi) tanaman
kangkung akan tumbuh memanjang (tinggi) tetapi kurus-kurus. Kangkung sangat
kuat menghadapi panas terik dan kemarau yang panjang. Apabila ditanam di tempat
yang agak terlindung, maka kualitas daun bagus dan lemas sehingga disukai
konsumen.
e) Temperatur
Suhu udara dipengaruhi oleh ketinggian tempat, setiap naik
100 m tinggi tempat, maka temperatur udara turun 1 derajat C. Apabila kangkung
ditanam di tempat yang terlalu panas, maka batang dan daunnya menjadi agak
keras, sehingga tidak disukai konsumen.
f) Ketinggian Tempat
Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran
rendah sampai dataran tinggi (pegunungan) ± 2000 meter dpl. Baik kangkung darat
maupun kangkung air, kedua varietas tersebut dapat tumbuh di mana saja, baik di
dataran rendah maupun di dataran tinggi. Tanaman kangkung membutuhkan tanah
datar bagi pertumbuhannya, sebab tanah yang memiliki kelerengan tinggi tidak
dapat mempertahankan kandungan air secara baik.Hasilnya akan tetap sama asal
jangan dicampur aduk.
B. Budidaya Tanaman
Dalam budidaya kangkung darat tidak diperlukan pupuk yang
intensif. Kangkung darat merupakan tanaman yang tahan pada kondisi kesuburan
tanah sedang. Sebenarnya pemupukan awal sudah cukup untuk memberikan nutrisi
pada tanaman hingga siap panen. Namun hal ini sangat tergantung pada kondisi
kesuburan tanah masing-masing. Tanah yang sebelumnya bekas ditanami tumbuhan
kacang-kacangan relatif tidak memerlukan pupuk tambahan cukup dengan pupuk
organik dasar yang telah diberikan diawal. Hanya saja apabila tanaman terlihat
kurang subur yang ditandai dengan warna hijau yang pudar perlu dilakukan
pemupukan tambahan. Kangkung darat sangat responsif terhadap nitrogen. Apabila
diperlukan bisa diberikan pupuk organik kaya akan nitrogen seperti kotoran ayam
yang telah matang bercampur sekam atau kompos yang kaya nitrogen.
v Persiapan Lahan dan Penanaman
Untuk mendapatkan tanaman yang baik, tentunya harus dilakukan
pemilihan benih yang baik pula. Terdapat beberapa benih unggul kangkung yang
terkenal seperti varietas Sutera dan Bangkok. Benih sutera merupakan benih yang
diintroduksi dari kangkung Hawaii oleh Departemen Pertanian pada tahun 1980-an.
Namun yang banyak beredar saat ini adalah kangkung keluaran Bisi dan Panah
Merah serta kangkung asal Jawa Timur seperti Sidoarjo. Agak sulit untuk
menelusuri varietas-varietas kangkung yang beredar dipasaran. Benih kangkung
darat yang baik adalah benih yang daya tumbuhnya lebih dari 95 persen dan
tumbuhnya tegak setidaknya hingga umur 8 minggu. Karena kangung darat yang
tumbuh menjalar tidak begitu diminati pasar. Usahakan jangan menggunakan benih
yang telah disimpan lebih dari satu tahun. Karena produktivitasnya akan
menurun.
. Pada budidaya kangkung darat tanah harus diolah dengan
dicangkul agar gembur kemudian buat bedengan dengan lebar 1 meter dan panjang
menyesuaikan dengan petak lahan. Jarak antar bedengan 30-40 cm, fungsinya
sebagai saluran drainase dan jalan untuk pemeliharaan dan pemanenan. Untuk
budidaya kangkung organik, siapkan pupuk dasar dari jenis pupuk organik, bisa
menggunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos. Pupuk kandang
lebih praktis karena tidak perlu menyiapkannya secara intensif, cukup
mendiamkannya hingga kering sebelum digunakan. Sementara penyiapan pupuk kompos
relatif lebih lama. Apabila menggunakan pupuk kandang, lebih baik pilih kotoran
ayam dibanding kotoran kambing atau sapi. Karena kotoran ayam lebih cepat
terurai, sehingga cocok dengan tanaman kangkung yang bersiklus panen cepat.
Tebarkan pupuk tersebut di atas bedengan, kira-kira 20 ton per hektar. Kemudian
diamkan selama 2-3 hari.
Penanaman pada budidaya kangkung darat dapat ditebar langsung
atau ditugal. Sementara itu, cara disemaikan dan lalu dipindah tidak terlalu
ekonomis untuk budidaya kangkung darat. Cara ditebar langsung dilakukan dengan
menebarkan benih di atas bedengan. Cara ini cukup cepat dan cocok dilakukan
ditempat yang kurang orang atau ongkos tenaga kerja mahal. Kelemahan cara ini
adalah boros pada penggunaan benih, karena bisa menghabiskan 5-10 kilogram
benih per hektar. Cara ini memerlukan pekerja yang terampil agar hasil tebar
merata. Hanya saja sulit untuk mendapatkan kepadatan populasi tanaman yang
ideal. Dimana kepadatan ideal bagi tanaman kangkung adalah 50.000 pohon per
hektar. Cara yang kedua yaitu, dengan ditugal. Enaknya dengan cara ini kita
bisa mengatur jarak tanam sehingga bisa didapatkan kerapatan populasi tanaman
yang ideal. Jarak antara lubang tugal adalah 10 x 5 cm, setiap lubang diisi 2-3
biji benih. Hanya saja dengan cara ini dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja
karena pekerjaannya akan lebih lama. Penugalan tidak perlu terlalu dalam,
karena budidaya kangkung darat tidak memerlukan perakaran yang terlalu kuat.
v Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan selanjutnya yang harus diperhatikan adalah
penyiraman. Kangkung darat memerlukan banyak air untuk tumbuh. Namun apabila
curah hujan terlalu tinggi, daun yang dihasilkan akan jelek. Pada musim kering
perlu penyiraman yang rutin, setiap pagi dan sore hari. Jika tanaman terlihat
layu dan menguning disiang hari, lakukan juga penyiraman dengan intensitas yang
cukup. Kurangnya intensitas penyiraman di siang hari terik bisa membuat tanaman
mati.
Hal selanjutnya adalah penyiangan, walaupun kangkung
merupakan tanaman siklus cepat adakalanya tanaman muda kalah bersaing dengan
rumput. Terutama saat penebaran benih awal, pertumbuhan dari benih menjadi
tanaman relatif agak lama sehingga potensi tersalip gulma cukup tinggi. Apabila
terjadi hal seperti ini, gulma tersebut harus cepat disingkirkan dengan
dicabut.
Hama yang biasa menyerang kangkung antara lain belalang, ulat
grayak (Spodotera Litura) dan kutu daun dari (jenis Myzus Persicae dan Aphyds
Gossypii). Gejala serangan ulat grayak adalah daun bolong-bolong dan pinggiran
dau bergerigi bekas gigitan. Sedangkan kutu daun membuat tanaman kerdil dan dau
melengkung. Karena kutu daun menyerap cairan dari tanaman. Sementara itu
penyakit yang biasanya menyerang adalah penyakit karat putih (Albigo Ipomoeae
Panduratae). Bila terserang penyakit ini akan muncul bercak putih pada daun
kemudian akan semakin meluas. Dalam budidaya kangkung darat organik, penanganan
hama harus dilakukan secara terpadu. Untuk mengurangi resiko serangan hama dan
penyakit, perlu dilakukan rotasi tanam, mengatur jarak tanam dan melakukan
penyiraman yang tepat. Atau bila terpaksa bisa menggunakan pestisida hayati
seperti daun nimba, gadung, dan sereh wangi.
v Pemanenan
Budidaya kangkung darat dari awal sebar hingga panen memakan
waktu 30-45 hari. Pemanenan bisa dilakukan dengan dua cara dipotong dan
dicabut. Khusus untuk kangkung organik, sebaiknya pemanenan dilakukan dengan
dicabut. Karena selera pasar kangkung organik, yakni pasar-pasar moderen, lebih
memilih tanaman kangkung yang lengkap dengan akarnya. Pemanenan dengan cara
dicabut akan menghasilkan tanaman kangkung sebanyak 23 ton per hektar.
BAB III.
HASIL OBERVASI DAN
PERMASALAHAN
Jenis kangkung yang dibudidayakan oleh petani menggunakan
jenis kangkung darat, bibit diperoleh dari toko penjualan benih kangkung darat.
Tanah yang ditanami berupa gundukan dengan jarak tanam 20 x 20 cm, lahan
berukuran ± 50 meter2 . Sistem tumpang sari nyata diterapkan di lahan tersebut,
hasil yang diperoleh hanya atau 6 ikat per 1m2 . Masa pembibitan hingga panen
memerlukan waktu 30-45 hari. Sistem pengairan menggunakan sistem penyiraman
dengan bantuan sumur yang dibuat di sekitar lahan, atau dari irigasi sekitar.
Jenis tanah latosol, berpasir. Secara fisiologis, tanaman kangkung tumbuh
subur. Petani mengeluhkan tentang sulitnya pengendalian hama. Hama yang
terdapat di tanaman kangkung ini adalah ulat daun, dan belalang. Hasil dari kangkung
di lahan ini adalah 300 ikat per 50 m2 lahan. Bila dilihat dari hasil ini
sangat sedikit bila dibandingkan dengan hasil kangkung yang biasanya. Jika
biasanya hasil kangkun 400.000 ikat/ha maka jika dikonfersikan seharusnya bisa
menghasilkan 2000 ikat/50 m2.
BAB
IV. ANALISIS MASALAH
- Pada saat observasi, petani mengeluhkan tentang sulitnya
pengendalian hama. Hama yang terdapat di tanaman kangkung ini adalah ulat daun.
- Hasil dari kangkung di lahan ini adalah 300 ikat/50 m2.
Bila melihat hasil tersebut sangat sedikit bila dibandingkan dengan hasil
kangkung yang biasanya. menghasilkan kangkung 400.000 ikat/ha maka jika
dikonfersikan seharusnya bisa menghasilkan 2000 ikat/50m2.
- Pengolahan tanah : Dalam budidaya kangkung, penambahan
pupuk kandang atau pupuk kompos pada pengolahan tanah sangat diperlukan..
Petani mengataka bahwa beliau tidak menggunakan pupuk kandang pada awal
peengolahan lahan. Hal tersebut akan berdampak pada hasil yang akan didapat
petani dalam jangka kedepan-nya. Kemungkinan hal tersebut bisa terjadi
dikarenakan pemberian unsur hara sangat kurang. Hal tersebut dikarenakan
tanaman kangkung yang dibudidayakan oleh petani tersebut merupakan tanaman
kedua, dan hasil yang didapatkan digunakan sepenuhnya untuk konsumsi pribadi,
dan bilamana terdapat kelebihan, sebagian akan dijual ke toko untuk dijadikan
olahan sebagai (pecel; makanan jawa ). Pada lahan tersebut juga ditemukan
berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan diantaranya tanaman kelapa, pisang,
pepaya, cabai dan terong
- Pemupukan : Pemupukan oleh petanidilakukan hanya satu kali
pada kisaran umur 2 minggu, namun pemupukan lanjutan tidak dilakukan.
BAB V.
PEMECAHAN MASALAH
Sebelum penanaman, sebaiknya diberikan pupuk kandang dengan
porsi 20 ton per hektar atau sekitar 100 kg/ 50 m2. Hal tersebut dilakukan
untuk penambahan nutrisi pada lahan yang akan ditanami.
Hama yang banyak menyerang tanaman kangkung umumnya relatif
tidak ganas, antara lain: belalang dan ulat daun. Pengendalian: untuk mencegah
terjadi over populasi, semprotkan larutan WT Bvr dosis 10 ml/lt air, WT
Trico/Glio dosis 10 ml/lt air & WT Ajuvant WT dosis 2 ml/lt air dan
disemprotkan pada tanaman. Pada waktu membasmi hama, sebaiknya lahan
dikeringkan terlebih dahulu selama 4-5 hari. Kemudian diairi kembali. Tanaman kangkung
tahan terhadap penyakit dan hanya memerlukan sedikit perlindungan. Penyakit
jamur yang lazim menyerang tanaman kangkung adalah karat putih (Albugo Ipomoea
panduratae). Semprotkan larutan WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air, WT
Trico/Glio dosis 10 ml/lt air & WT Ajuvant dosis 2 ml/lt air, tetapi bila
benih diperlakukan dengan penyiraman dan higiene umumnya baik, penyakit tidak
menjadi masalah.
BAB VI.
KESIMPULAN
Kangkung darat menghendaki tanah yang subur, gembur banyak
mengandung bahan organik dan tidak dipengaruhi keasaman tanah. Tanaman kangkung
darat tidak menghendaki tanah yang tergenang, karena akar akan mudah membusuk.
Sedangkan kangkung air membutuhkan tanah yang selalu tergenang air. Tanaman
kangkung membutuhkan tanah datar bagi pertumbuhannya, sebab tanah yang memiliki
kelerengan tinggi tidak dapat mempertahankan kandungan air secara baik.Sebelum
penanaman, sebaiknya diberikan pupuk kandang dengan porsi 20 ton per hektar
atau sekitar 100 kg/ 50 m2. Hal tersebut dilakukan untuk penambahan nutrisi
pada lahan yang akan ditanami. Dalam budidaya kangkung, penambahan pupuk
kandang atau pupuk kompos pada pengolahan tanah sangat diperlukan hal tersebut
akan berdampak pada hasil yang akan didapat.
DAFTAR PUSTAKA
- Mayakoe. 2010. “Kangkung ( Ipomoea reptans )”.
http://mayakoe.wordpress.com/2010/11/03/page/2/. 19 Oktober 2013.
- Rian. 2013. “Kangkung”.
http://riankustiamulyana.blogspot.com/2013/07/budidaya-kangkung.html. 20
Oktober 2013.
- Sugeng.1981.”Bercocok Tanam Sayuran”. Aneka Ilmu. Semarang.
- Anonim, 13 mei 13. “ Cara Budidaya Kangkung Darat Secara
Komersil”.
Dalamhttp://infotanam.blogspot.com/2013/05/cara-budidaya-kangkung-darat-skala.html.
7 November. 13.
- Huse, Syarif.1993.”Budidaya Tanaman Sayuran”. Universitas
Muhammaddiyah Malang Fakultas Pertanian. Malang.
Komentar